November 26th, 2006 posted by support
Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.
Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di
dunia,kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para
dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu
honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.
Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak ada
siswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu
dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina,
thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “kok
nggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami
dubes yang siswanya dapat medali perunggu.
Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih
SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan
Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia… Saat itu dubes negara
sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketika
mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak
lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes
negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci
hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil
mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan.
Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa
Indonesia hebat.
Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the
International physics olympiade XXXVII is…….”
“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk
berdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema
cukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia yang hadir
dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan,
air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….
2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk
erat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata
“You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orang
filipina:”amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal:”
portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”,
Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” Orang
Australia :”great….” Orang belanda: “you did it!!!” Orang Rusia
mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “great
wonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangat
mengharukan… saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata…
3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari
Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached
Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing
successes! The future looks bright….
Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan…...
This artcle was taken from www.motivasi.com
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Selasa, Agustus 18, 2009
Kamis, Februari 26, 2009
Apakah Endonesia akan memiliki pemimpin seperti ini?

Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran".
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :
Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya
dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.00.
Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimiliki seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.
Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang diubahnya adalah kebijakan tentang Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat sedangkan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.
Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut,kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

Jumat, Januari 16, 2009
Tiga dokter ikut tenggelam di Perairan Papua
Itulah headline berita yang saya baca dari KOMPAS pagi ini. Keganasan alam Papua kembali menelan korban, tiga dokter yaitu dr. Hendy prakoso, dr. Boyke Mawoka, dan dr. Wendyansyah Sitompul SpOG menjadi korban yang termasuk diantara 27 korban tenggelamnya kapal Risma Jaya akibat kerusakan (lambung bocor)setelah dihantam ombak besar di perairan Muara kali Aswet distrik Agast Kabupaten Asmat Propinsi Papua pada tanggal 13 Januari 2009.
Jenazah dr. Wendy ditemukan kamis (15/1) pukul 14.00 waktu setempat. Sedangkan dua dokter yang lain sampai saat ini belum ditemukan. Para dokter yang menjadi korban tersebut dalam perjalanan untuk program Save Papua di pedalaman Papua. Mereka menumpang kapal barang setelah bandara Agast yang biasanya digunakan untuk penerbangan di daerah tersebut rusak akibat gempa beberapa waktu yang lalu. Perjalanan Timika ke Asmat membutuhkan waktu 5 jam, namun kapal telah tenggelam ketika mendekati Agast.
Kisah meninggal dan hilangnya dokter dalam melaksanakan tugas ini menambah daftar dokter yang hilang atau meninggal dalam tugas di Papua.Kurang lebih satu tahun yang lalu tepatnya 9 Juni 2007 seorang dokter PTT yang bertugas di Puskesmas Arso III yaitu dr. Muhammad Haris juga meninggal karena kecelakaan di Papua
Kurang lebih satu bulan sejak kejadian itu, kembali satu dokter PTT meninggal dalam tugas di Papua Barat, beliau adalah dr. Erina Natania Nazarudin. Dokter Erina meninggal akibat mobil ambulance yang dikendarainya masuk ke jurang sedalam 20 meter di jalur Fakfak-Kokas Papua Barat pada Minggu, 15 juli 2007 .
Memang kondisi alam di Papua tergolong masih sulit diprediksi, cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, ditambah kondisi infrastruktur yang masih sangat minim menambah parah kondisi di Papua. Masih banyak daerah pedalaman di Papua yang hanya bisa dijangkau melalui jalur udara, atau perjalanan melalui sungai yang makan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Kondisi jalur darat juga banyak yang belum memadai kalau tidak bisa dikatakan rusak parah, terutama yang menghubungkan antara kota dengan daerah terpencil seperti Asmat.
Kita mengucapkan duka dan simpati yang sedalam-dalamnya atas musibah ini, para dokter ini adalah sedikit dari dokter yang mau berkorban dengan bersedia bertugas di daerah terpencil seperti pedalaman Papua. Tentunya kejadian ini tidak menyurutkan langkah dokter-dokter yang lain untuk ditugaskan ke Papua oleh Pemerintah. Dan semoga pemerintah kembali memperhatikan nasib para dokter yang telah bersedia ditugaskan di darah terpencil seperti pedalaman ppapua dengan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para dokter ini di lapangan.
Jenazah dr. Wendy ditemukan kamis (15/1) pukul 14.00 waktu setempat. Sedangkan dua dokter yang lain sampai saat ini belum ditemukan. Para dokter yang menjadi korban tersebut dalam perjalanan untuk program Save Papua di pedalaman Papua. Mereka menumpang kapal barang setelah bandara Agast yang biasanya digunakan untuk penerbangan di daerah tersebut rusak akibat gempa beberapa waktu yang lalu. Perjalanan Timika ke Asmat membutuhkan waktu 5 jam, namun kapal telah tenggelam ketika mendekati Agast.
Kisah meninggal dan hilangnya dokter dalam melaksanakan tugas ini menambah daftar dokter yang hilang atau meninggal dalam tugas di Papua.Kurang lebih satu tahun yang lalu tepatnya 9 Juni 2007 seorang dokter PTT yang bertugas di Puskesmas Arso III yaitu dr. Muhammad Haris juga meninggal karena kecelakaan di Papua
Kurang lebih satu bulan sejak kejadian itu, kembali satu dokter PTT meninggal dalam tugas di Papua Barat, beliau adalah dr. Erina Natania Nazarudin. Dokter Erina meninggal akibat mobil ambulance yang dikendarainya masuk ke jurang sedalam 20 meter di jalur Fakfak-Kokas Papua Barat pada Minggu, 15 juli 2007 .
Memang kondisi alam di Papua tergolong masih sulit diprediksi, cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, ditambah kondisi infrastruktur yang masih sangat minim menambah parah kondisi di Papua. Masih banyak daerah pedalaman di Papua yang hanya bisa dijangkau melalui jalur udara, atau perjalanan melalui sungai yang makan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Kondisi jalur darat juga banyak yang belum memadai kalau tidak bisa dikatakan rusak parah, terutama yang menghubungkan antara kota dengan daerah terpencil seperti Asmat.
Kita mengucapkan duka dan simpati yang sedalam-dalamnya atas musibah ini, para dokter ini adalah sedikit dari dokter yang mau berkorban dengan bersedia bertugas di daerah terpencil seperti pedalaman Papua. Tentunya kejadian ini tidak menyurutkan langkah dokter-dokter yang lain untuk ditugaskan ke Papua oleh Pemerintah. Dan semoga pemerintah kembali memperhatikan nasib para dokter yang telah bersedia ditugaskan di darah terpencil seperti pedalaman ppapua dengan lebih memperhatikan kesehatan dan keselamatan para dokter ini di lapangan.
Minggu, November 23, 2008
The Beauty of Indonesia
I love the blue of Indonesia
It's the flavour in the end
I love the blue of Indonesia
you can taste it everywhere

Memory of this jingle of Indonesia in Bentoel ads remind me of the beauty of Indonesia.
It's the flavour in the end
I love the blue of Indonesia
you can taste it everywhere

Memory of this jingle of Indonesia in Bentoel ads remind me of the beauty of Indonesia.
Is that really necessary to write a head like that? maybe some of readers asking. I would say yes, it is really necessary, because the real face of Indonesia (0r Endonesia as Indonesian frequently say's) is beatiful. You may check right to the next picture of one temple in Bali. It is beautiful right?
The beauty and richness of Indonesia is well known around the world, since thousands years ago. Why the Dutch, the Portugeese, French and Japaneese were come and becoming imperialst if not?
You may see from Sabang to Merauke,
there is only beauty. The famous of Lake Toba with it's Samosir Island in the center, Rumah Gadang and hystorical Jam Gadang at West Sumatera, or tari Seudati from Aceh. You may see the hystorical bridge that was built by Ir. Soekarno (the founding father), AMPERA bridge which laying at the Musi River of Palembang in South Sumatera. Or you may visit the biggest tins producing islands in the world with they beauty beaches of Bangka and Belitung.
there is only beauty. The famous of Lake Toba with it's Samosir Island in the center, Rumah Gadang and hystorical Jam Gadang at West Sumatera, or tari Seudati from Aceh. You may see the hystorical bridge that was built by Ir. Soekarno (the founding father), AMPERA bridge which laying at the Musi River of Palembang in South Sumatera. Or you may visit the biggest tins producing islands in the world with they beauty beaches of Bangka and Belitung. Going to Java, you will find more original and classic culture, such as degung a traditional music of Sundaneese people, beauty of Bandung a romantic and good looking city with nice ladies as well. At central Java, you may find a famous and wellknown part of 7 world magnificent. It's Borobudur temple which is built by Syailendra dynasti in early 7th century. Prambanan, as hindu's temple in Yogyakarta may bring you a pleasent romantic moment as remember the epic of Ramayana behind his story. Visit Yogyakarta and Surakarta to find an exiting and exotism of Java. Feel the warmth and familiarity of javaneese people here. Walking through a famous street of Malioboro and taste the traditonal menu of Gudeg Jogja will make you never forget this city.
Sabtu, November 22, 2008
Kalau saja kekayaan itu...
Senang juga merasakan kerja di proyek-proyek besar negara. Salah satunya karena kita bisa tahu tentang begitu banyaknya kekayaan alam bangsa Endonesia ini. Dan kebetulan, setelah lulus training, saya langsung dikirim ke Tangguh LNG project di Teluk Bintuni Papua.
Proyek gas alam cair (LNG) Tangguh, yang terletak di provinsi Papua Barat adalah mega proyek yang dikerjakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan migas raksasa dari Inggris, BP Plc. Oleh pemerintah, proyek ini dijadwalkan akan mulai berproduksi pada akhir tahun ini juga. proyek senilai 5 miliar dollar Amerika ini, on the track sehingga bisa memenuhi komitmennya kepada para pembeli mulai awal tahun 2009 nanti.
Pembeli LNG dari proyek Tangguh yang akan mendapatkan LNG mulai tahun 2009 sesuai dengan kontrak adalah CNOOC, untuk pengiriman ke terminal Fujian, Cina, dan Sempra Energy LNG Corp., untuk pengiriman ke receiving terminal di Costa Azul, Mexico, untuk dipasarkan di USA dan Meksiko.
Komitmen untuk memasok LNG ke Fujian ditandatangani pada tahun 2002 dengan volume 2,6 MTPA. Sementara perjanjian jual beli dengan Sempra ditandatangani pada tahun 2004 dengan jumlah komitmen sebesar 3,7 MTPA.Di samping kedua pembeli tersebut, proyek Tangguh juga telah menyepakati pengiriman LNG ke POSCO, K-Power, dan SK Corp., dari Korea Selatan. Disamping itu, telah disepakati pula kontrak penjualan dengan Tohoku Electric, Jepang.
Proyek LNG Tangguh akan mengolah gas yang berasal dari 3 ladang gas di Papua yaitu, dari blok Berau, blok Muturi, dan blok Wiriagar. Cadangan gas terbukti dari ketiga ladang ini adalah 14,4 trilliun kaki kubik (TCF). Proyek ini diperkirakan mampu memproduksi LNG dari 8 train. Untuk tahap awal, proyek Tangguh direncanakan akan memproduksi LNG sebesar 7,6 MTPA (Metrik Ton Per Tahun) dari 2 train (unit pemurnian dan pencairan gas).
Nah, terbukti kan kalau negara kita kaya? satu lokasi proyek saja punya cadangan sebesar itu. Apalagi kalau digabungkan dengan proyek-proyek yang lain. Cuma sayangnya saudara-saudara, cadangan gas sebesar itu cuma dijual murah sama pemerintah kita (dulu sewaktu masih dipimpin seorang wanita). Kesannya cuma asal laku, kabarnya cuma dijual dengan harga 3,3 USD/mmbtu (2002) dan bersifat tetap sama harganya untuk kontrak selama 25 tahun! ckckckc.......padahal harga pasarannya sekarang sekitar 20 USD/ mmbtu.
Jadi ya, kalau saja kekayaan itu........
Sumber : Harian Kompas, Minggu 24 agustus 2008
Endonesia (hampir) Menang!!!!

Deg-degan juga melihat aksi pahlawan-pahlawan sepakbola kita di piala Grand Royal Challenge Myanmar 2008, Jumat (21/11) lalu. Setelah berhasil mengalahkan tim Hyundai asal Korea Selatan, tim sepakbola kita pun melaju ke final. Ini cukup membanggakan sebenarnya, mengingat kita belakangan ini jarang sekali mendengar tim sepak bola kita menorehkan prestasi yang membanggakan di kancah persepakbolaan. Setelah pertandingan yang cukup menegangkan, tim kita berhasil mengalahkan tim Hyundai melalui adu pinalti.
Di final jum'at kemarin yang disiarkan langsung oleh stasiun TV swasta RCTI, tim kita harus berkutat menghadapi tim myanmar yang secara teknik bermain bagus. Serangan yang bertubi-tubi ke daerah pertahanan tim Endonesia harus susah payah dihadang oleh barisan belakang yang ditunggui Markus horizon sebagai penjaga gawang. namun akhirnya kita harus mengakui keunggulan tim Myanmar dengan skor akhir 2-1.
Gol bunuh diri Moe Win membuat kedudukan 1-1 di babak pertama. Indonesia yang sempat dikalahkan tuan rumah di penyisihan grup dikejutkan oleh gol Soe Myat Min pada menit keenam. Mendapat umpan dari kiri, kapten Myanmar itu leluasa menyundul bola ke belakang. Kiper Markus Harizon mengira bola bakal keluar gawang, tapi tebakannya meleset. Meskipun tertinggal, Indonesia tak patah semangat. Pada menit ke-13, tim "Merah-Putih" bahkan hampir menyamakan skor jika tendangan Musafri tidak melenceng ke kiri gawang. Pemain Persiba Balikpapan itu akhirnya mengubah suasana dua menit berikutnya. Umpannya dari kiri mengarah tepat ke arah Bambang Pamungkas di depan gawang. Kiper Aung Aung Oo berhasil mencegat lebih dulu tapi tepisannya membuat laju bola berubah ke arah Moe Win. Moe Win tidak siap dan pahanya membuat si kulit bulat masuk gawang sendiri.
Dalam semangat tinggi, pertahanan tanah air masih justru kedodoran. Di paruh babak pertama, gawang Markus hampir saja kebobolan karena mengira Soe Myat Min bakal offside. Kemelut sempat terjadi di kotak penalti Indonesia, tapi Markus akhirnya berhasil menepis bola meski harus bertabrakan dengan pemain lawan. Situasi kemudian mulai berjalan panas. Kedua tim tak malu melakukan tekel keras terhadap lawan. Di sepuluh menit menjelang babak pertama selesai, Myanmar berhasil menekan pertahanan tim Garuda. Umpan-umpan lambung dari Myanmar beberapa kali menggoyahkan pertahanan Charis Yulianto dkk. Sebaliknya, serangan Indonesia dari sayap kiri terlalu mudah ditebak.
Seperti dikutip dari bola.kompas.com untuk doctorgrow.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)