Cara terbaik untuk menghindari infeksi influenza adalah vaksinasi setahun sekali.
Ada dua jenis vaksin influenza :
1. "Flu shot vaccine" suatu vaksin yang mengandung virus yang telah dimatikan. Diberikan melaui suntikan, biasanya dilakukan di daerah lengan atas. Diijinkan hanya untuk usia lebih dari 6 bulan, termasuk orang yang sehat dan orang yang menderita penyakit kronis.Merek dagang yang ada di Indonesia antara lain (Vaxigrip TM)
2.The nasal-spray flu vaccine (vaksin flu yang digunakan melalui semprotan hidung)— adalah suatu vaksin yang dibuat dari virus flu yang dilemahkan yang tidak menyebabkan flu (kadang disebut juga sebagai LAIV atau “live attenuated influenza vaccine” ) diijinkan untuk digunakan pada orang yang sehat berusia 2-49 tahun yang tidak dalam keadaan hamil.
Tiap jenis vaksin mengandung tiga jenis virus influenza; satu A (H3N2) virus, satu A (H1N1) virus, dan satu B virus. Virus-virus yang terkandung di dalam vaksin ini berganti setiap tahun sesuai dengan Surveilans International dan perkiraan para ahli tentang tipe dan strain virus yang mana yang akan beredar pada tahun vaksin diberikan.
Sekitar 2 minggu setelah vaksinasi, antibodi yang memberikan perlindungan terhadap virus influenza akan terbentuk di dala tubuh.
Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi?
Vaksinasi flu tahunan sebaiknya dimulai pada bulan September atau sesegera mungkin setelah vaksin tersedia dan dilanjutkan semasa musim influenza, yaitu di bulan Desember, Januari dan sesudahnya. hal ini dikarenakan waktu dan durasi musim influenza dapat bervariasi. Jika wabah influenza terjadi di bulan Oktober, sebagian besar aktivitas penyakit ini akan mencapai puncaknya di bulan Januari atau sesudahnya.
Siapa saja yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi?
Secara umum, siapa saja yang menginginkan berkurangnya resiko terpapar atau terinfeksi flu bisa mendapatkan vaksinasi. Namun demikian, direkomendasikan bahwa orang-orang tertentu sebaiknya menerima vaksinasi tiap tahun. Mereka adalah orang-orang yang berada dalam resiko tinggi untuk menderita komplikasi flu yang serius atau orang-orang yang hidup dengan atau merawat orang yang menderita komplikasi serius flu. Selama musim flu dimana suplai vaksin mungkin terbatas, vaksinasi direkomendasi berdasarkan grup prioritas.
Orang-orang yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun antara lain:
1. Anak-anak berumur 6 bulan sampai ulang tahun ke 19
2. Wanita hamil
3. Orang yang berusia 50 tahun atau lebih
4. orang dengan umur berapapun dengan kondisi medis kronis
5. Orang yang hidup di panti jompo atau fasilitas perawatan jangka lama lain.
6. Orang yang hidup dengan atau merawat orang yang beresiko tinggi mengalami komplikasi flu, termasuk:
a. Pekerja kesehatan
b. Orang yang tinggal serumah dengan seseorang yang beresiko tinggi menderita komplikasi flu.
c. Orang yang tinggal serumah dan tidak serumah yang merawat anak- anak berusia kurang dari 6 bulan (anak-anak ini terlalu muda untuk divaksinasi)
Siapa saja yang sebaiknya tidak divaksinasi?
Ada beberapa orang yang sebaiknya tidak diberikan vaksin influenza kecuali dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Termasuk diantaranya
* Orang yang alergi berat terhadap telur ayam.
* Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza.
* Orang yang menderita penyakit Guillain-Barré syndrome (GBS) dalam 6 minggu sebelum mendapatkan vaksinasi influenza.
* Anak-anak yang berusia kurang dari 6 bulan (vaksin influenza tidak diijinkan untuk kelompok umur ini), dan
* Orang yang menderita penyakit sedang sampai berat dengan gejala penyerta berupa demam (mereka harus menunggu sampai pulih baru boleh divaksinasi)
Efek samping vaksin
Efek samping yang berbeda dapat muncul sehubungan dengan penggunaan flu shot and LAIV.
Flu shot: virus-virus dalam flu shot telah dimatikan (diinaktivasi), jadi tidak akan menderita flu akibat vaksin ini. Beberapa efek samping minimal antara lain:
* Nyeri, kemerahan, atau bengkak di daerah dimana suntikan diberikan
* Demam (tidak tinggi)
* Nyeri badan
Jika gejala ini terjadi, biasanya dimulai segera setelah penyuntikan dan biasanya berlangsung selama 1 sampai 2 hari. Hampir semua orang yang menerima vaksin ini tidak mengalami masalah serius terhadapnya. Meskipun demikian, ada kejadian yang sangat jarang dimana orang mengalami masalah serius seperti reaksi alergi yang berat.
sumber: http://www.cdc.gov/flu/protect/keyfacts.htm
Tampilkan postingan dengan label catatan dr rig. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan dr rig. Tampilkan semua postingan
Jumat, Februari 20, 2009
Minggu, Februari 01, 2009
Minum kopi, apa untung dan ruginya?
Seorang teman baru –baru ini bertanya kepada saya tentang perasaan anehnya setiap kali minum kopi atau teh. Dia merasakan selalu kebelet ingin pipis beberapa menit setelah minum teh atau kopi. Dia merasa kawatir kalau-kalau ini adalah gejala penyakit kencing manis, yang menurut informasi yang sering dia dapatkan salah satu gejalanya adalah banyak pipis atau buang air kecil (BAK). Saya manggut-manggut mendengar keluhannya, dan setelah dia selesai bercerita mulailah saya menjelaskan padanya tentang pengaruh kopi dan teh terhadap fungsi (fisiologi) tubuh manusia.
Kopi (yang jenisnya bermacam-macam ) dan teh (yang juga punya banyak saudara) adalah dua tanaman yang mengandung cafein. Kopi memiliki kandungan cafein di bijinya, sedangkan teh pada daunnya. Kadar cafein pada daun teh lebih tinggi (2%) daripada kadar dalam biji kopi (0.7-2 %). Satu lagi tanaman yang mengandung zat yang berefek mirip cafein adalah Cocoa atau coklat yang mengandung teobromin, tapi efeknya tidak sekuat cafein. Nah, senyawa cafein inilah yang memiliki efek meningkatkan diuresis (BAK) apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Cara kerjanya mirip dengan obat Tiazid (obat yang sering digunakan pada pengobatan tekanan darah tinggi). Caranya adalah dengan menghambat penyerapan kembali (reabsorpsi) elektrolit di tubuli proksimal maupun segmen dilusi tanpa disertai perubahan penyaringan di glomerulus ataupun aliran darah di ginjal.
Selain efek ini, efek lain yang justru sering diharapkan dari cafein sebenarnya adalah perangsangan Sistem saraf Pusat (SSP). Orang yang minum cafein akan merasakan tidak begitu mengantuk, berkurangnya rasa lelah, serta daya pikirnya lebih cepat dan jernih, tapi ada juga kekurangannya yaitu menurunnya kemampuan dalam pekerjaan yang memerlukan koordinasi otot halus (kerapihan), ketepatan waktu serta berhitung. Efek-efek seperti diatas akan muncul pada konsumsi cafein 85-250 mg (setara dengan 1-3 cangkir kopi). Nah, apa yang kira-kira akan terjadi jika dosis ini dilampaui? Jika dosis ini ditingkatkan, akan muncul gejala gugup, gelisah, gemetar, sampai kejang (jika dosisnya mencapai 1 g yang berarti kadarnya dalam plasma sekitar 10 ug/ml).
Bagaimana dengan pengaruh lain terhadap tubuh kita? Pada manusia, sudah lama diketahui bahwa cafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas kerja otot. Contoh nyata ada pada penelitian yang dilakukan terhadap pemain ski. Para pemain yang mengkonsumsi cafein dengan dosis 6 mg/kgBB ini, ternyata meningkat kerja fisiknya khususnya di dataran tinggi. Dalam kadar terapi, cafein juga memperbaiki kontraktilitas dan mengurangi kelelahan otot diafragma pada orang normal, maupun penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sehingga dapat ikut berperan memperbaiki fungsi ventilasi dan mengurangi sesak nafas.
Efek yang merugikan dari cafein antara lain pada dosis sedang bisa menimbulkan perangsangan pengeluaran asam lambung yang berlangsung lama. Selain itu cafein juga dapat menyebabkan pembentukan tukak pada saluran cerna baik sebagai akibat dosis tunggal cafein yang tinggi atau pemberian dosis kecil secara berulang. Oleh karena itu , biasanya teh dan kopi akan menjadi minuman yang masuk dalam daftar ‘hitam’ bagi penderita tukak lambung dan tekanan darah tinggi.
Referensi :
Sunaryo, R,dr. Perangsang Susunan Saraf Pusat. dalam Farmakologi dan Terapi . Jakarta: FK UI edisi 4. 1995 hal 226-233
Kopi (yang jenisnya bermacam-macam ) dan teh (yang juga punya banyak saudara) adalah dua tanaman yang mengandung cafein. Kopi memiliki kandungan cafein di bijinya, sedangkan teh pada daunnya. Kadar cafein pada daun teh lebih tinggi (2%) daripada kadar dalam biji kopi (0.7-2 %). Satu lagi tanaman yang mengandung zat yang berefek mirip cafein adalah Cocoa atau coklat yang mengandung teobromin, tapi efeknya tidak sekuat cafein. Nah, senyawa cafein inilah yang memiliki efek meningkatkan diuresis (BAK) apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Cara kerjanya mirip dengan obat Tiazid (obat yang sering digunakan pada pengobatan tekanan darah tinggi). Caranya adalah dengan menghambat penyerapan kembali (reabsorpsi) elektrolit di tubuli proksimal maupun segmen dilusi tanpa disertai perubahan penyaringan di glomerulus ataupun aliran darah di ginjal.
Selain efek ini, efek lain yang justru sering diharapkan dari cafein sebenarnya adalah perangsangan Sistem saraf Pusat (SSP). Orang yang minum cafein akan merasakan tidak begitu mengantuk, berkurangnya rasa lelah, serta daya pikirnya lebih cepat dan jernih, tapi ada juga kekurangannya yaitu menurunnya kemampuan dalam pekerjaan yang memerlukan koordinasi otot halus (kerapihan), ketepatan waktu serta berhitung. Efek-efek seperti diatas akan muncul pada konsumsi cafein 85-250 mg (setara dengan 1-3 cangkir kopi). Nah, apa yang kira-kira akan terjadi jika dosis ini dilampaui? Jika dosis ini ditingkatkan, akan muncul gejala gugup, gelisah, gemetar, sampai kejang (jika dosisnya mencapai 1 g yang berarti kadarnya dalam plasma sekitar 10 ug/ml).
Bagaimana dengan pengaruh lain terhadap tubuh kita? Pada manusia, sudah lama diketahui bahwa cafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas kerja otot. Contoh nyata ada pada penelitian yang dilakukan terhadap pemain ski. Para pemain yang mengkonsumsi cafein dengan dosis 6 mg/kgBB ini, ternyata meningkat kerja fisiknya khususnya di dataran tinggi. Dalam kadar terapi, cafein juga memperbaiki kontraktilitas dan mengurangi kelelahan otot diafragma pada orang normal, maupun penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sehingga dapat ikut berperan memperbaiki fungsi ventilasi dan mengurangi sesak nafas.
Efek yang merugikan dari cafein antara lain pada dosis sedang bisa menimbulkan perangsangan pengeluaran asam lambung yang berlangsung lama. Selain itu cafein juga dapat menyebabkan pembentukan tukak pada saluran cerna baik sebagai akibat dosis tunggal cafein yang tinggi atau pemberian dosis kecil secara berulang. Oleh karena itu , biasanya teh dan kopi akan menjadi minuman yang masuk dalam daftar ‘hitam’ bagi penderita tukak lambung dan tekanan darah tinggi.
Referensi :
Sunaryo, R,dr. Perangsang Susunan Saraf Pusat. dalam Farmakologi dan Terapi . Jakarta: FK UI edisi 4. 1995 hal 226-233
Sabtu, Januari 03, 2009
Lowongan dokter di rig, apakah masih ada?

Lowongan dokter di rig gimana cara ngedapetinnya? Pertanyaan seperti itu sering saya ulangi dalam hati ketika saya PTT dulu. Bahkan lebih jauh ketika saya masih co ass di RS. Saya pikir itulah caranya mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi dan ga terlalu ngoyo sebagai seorang dokter. Karena saya sadar, sebagai seorang dokter yang baru lulus tidak akan bisa langsung punya penghasilan tinggi dari praktek.
Maka berjibakulah saya mencari info kesana kemari tentang kiat-kiat untuk menjadi dokter di rig. Namun, ternyata, mencari lowongan kerja dokter di rig ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari salah seorang TS senior yang sekarang telah menjadi internis saya dapatkan informasi bahwa menjadi dokter di rig di masa lalu sangat mudah. Namun dari teman saya yang lain saya dapatkan info kalau lowongan kerja dokter di rig di masa sekarang ini agak sulit dan banyak saingannya.
Ternyata memang benar, kriteria dan persyaratan untuk menjadi dokter di rig sekarang sudah banyak berubah. Di era tahun 70-an atau 80-an, dokter yang baru saja lulus dan belum PTT bisa saja melamar ke BP migas dan akan dengan mudah diterima untuk segera bekerja di rig. Tapi sekarang zaman berganti, peraturan pun berubah. Kebanyakan dokter di rig sekarang dipekerjakan oleh perusahaan outsourcing.
Beberapa kriteria yang biasanya dipersyaratkan antara lain :
1.Pasca PTT
2.Punya sertifikat ATLS dan atau ACLS
3.Punya sertifikat Hyperkes akan menjadi suatu nilai tambah
4.Beberapa outsourcing ada yang mewajibkan punya sertifikat Basic Sea Survival (BSS) atau T-BOSIET.
Nah, buat dokter yang sudah memiliki certifikat tersebut diatas, kans anda akan lebih besar untuk diterima di perusahaan outsourcing yang akan menempatkan ke rig. Tapi kalau belum punya, jangan kawatir, ada kok perusahaan outsourcing yang mau memerima dokter yang sertifikasinya masih minim, dan untuk memenuhi sertifikasi di atas, setelah diterima akan dikursuskan untuk dapat memenuhi persyaratan.
Lalu kemana lamaran harus ditujukan? Ada beberapa perusahaan outsourcing tenaga kesehatan besar yang ada di Indonesia. Yang terbesar adalah International SOS (PT ASIH EKA ABADI), selanjtnya ada Global Occupational and healthcare, lalu ada Medika Plaza, serta Medex. Bisa googling sebentar ke internet untuk mencari website masing-masing perusahaan tersebut dan mengirim lamaran dan CV dari sana.
Ada juga sistem kontrak langsung dengan drilling company atau oil company nya. Tapi ini biasanya mempersyaratkan pengalaman kerja. Jadi akan sulit buat yang baru lulus untuk bisa dikontrak langsung drilling company atau oil and gas company. selamat mencoba!
Selasa, Desember 30, 2008
Apa sih kerjaan dokter di rig? (part one)
Terus terang saya kepengen sekali mengulas masalah ini di posting. Karena mungkin banyak TS yang membutuhkan info ini dan berharap suatu saat bisa jadi dokter di rig. Buat TS yang sudah pernah kerja di rig atau sedang kerja di rig, mungkin bisa jadi bahan perbandingan.
Saya kepincut kerja di offshore rig, sebenernya karena gajinya yang gede. Maklumlah, selepas lulus, saya kerja di instansi pemerintah untuk 'balas budi' karena sudah boleh kuliah dengan biaya subsidi di sekolah negeri. Satu tahun 8 bulan saya kerja sebagai dokter PTT, saya anggap cukup untuk balas budi. Maka saya pun kontak TS saya gimana caranya cari kerjaan sebagai dokter dengan gaji yang layak. Nah, akhirnya ketemulah saya dengan seorang TS yang cerita kalau dia kerja di International SOS, perusahaan provider kesehatan yang mempekerjakan dokter-dokter buat ditempatkan di Perusahaan kayak Freeport, KPC, Newmont, serta beberapa perusahaan drilling company. Saya pun coba melamar, dan diterima. Awalnya saya dikirim ke proyek tangguh di Papua. Kerja selama 2 trip masing-masing trip 2 bulan dan 3 minggu off. Disana saya belajar sistem dan standar kerja SOS di klinik perusahaan konstruksi KJP. Pekerjaan sehari-hari saya adalah memeriksa pasien dan memeriksa pasien, sama dengan dokter puskesmas. Setelah itu trip berikutnya saya ditempatkan di salah satu rig di Balikpapan.
Disinilah, saya baru melihat ada perbedaan besar antara pekerjaan dokter di klinik dan di rig. Kalau di klinik pekerjaan kita yang paling banyak adalah memeriksa pasien dan memeriksa lebih banyak pasien, maka di rig kita ga akan menjumpai banyak pasien untuk diperiksa. Pasien di rig tergolong jarang, mungkin rata-rata hanya 2-3 pasien perhari. Dan penyakitnya pun tergolong ringan tidak seperti di klinik atau di Rumah Sakit misalnya. Alhasil, di rig peranan seorang dokter akan lebih banyak sebagai Occupational Health doctor. Dimana lebih mengedepankan Health Promotion dan Health Prevention kepada seluruh pekerja di rig. Ini penting sekali mengingat rig biasanya terletak jauh dari RS, sehingga jika ada kejadian sulit dirujuk.
Health Promotion dan Health Prevention dokter di rig antara lain:
1.Mengadakan health Talk atau kampanye kesehatan seminggu sekali di ajang weekly safety meeting. Disini dokter rig memberikan penyuluhan tentang penyakit atau insiden yang sering terjadi di rig, dan memberikan juga tips-tips bagaimana mencegah dan menangani penyakit atau insiden tersebut. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kerjaan ini. Kalau kita berhasil mempengaruhi pekerja di rig pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit serta kecelakaan kerja, maka tentunya angka kecelakaan kerja atau penyakit akan berkurang, akibatnya kunjungan ke klinik akan berkurang sehingga pekerjaan kita bisa lebih sedikit he he he.
2. Seminggu sekali mengadakan hygiene inspection. Dilakukan inspeksi terhadap fasilitas-fasilitas di rig seperti ruang makan (galley), dapur, ruang pendingin makanan, akomodasi, ruang rekreasi dan ruang ganti serta toilet. disini juga mengedepankan prinsip pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Intinya jangan sampai terjadi kasus penyakit seperti keracunan makanan misalnya, atau diare karena makanan yang terkontaminasi bakteri. Ngurangi kerjaan lagi... he he he
Nah sebenarnya masih ada beberapa hal yang dilakukan atau dikerjaan dokter di rig, tapi sengaja saya ceritain segini dulu, nanti kita sambung lagi di part two. jadi tunggu posting berikutnya oke?
Rabu, November 19, 2008
Pelatihan Masuk Kerja (induction training)

Ada enaknya juga kerja di perusahaan dengan standar pelayanan International. Nggak hanya disuruh kerja dengan standar yang nggak jelas, tapi sebelum kerja memang sudah dipersiapkan untuk memenuhi standar International juga. Untuk itu, sebelum mulai kerja, kami para karyawan baru di beri pelatihan dulu selama 4 minggu. Minggu pertama, diisi dengan pengenalan organisasi perusahaan, mulai dari sejarah, sampai mengenali departemen apa saja yang ada di perusahaan. Selain itu kami juga diberi materi peningkatan keterampilan berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Nggak heran hal ini dipandang perlu, mengingat klien perusahaan yang sebagian besar orang asing atau perusahaan dan LSM asing di Indonesia. Selain itu kami juga diperkenalkan dengan costumer service, yaitu bagaimana caranya memberikan pelayanan kepada klien. Mulai dari telefon etiquette, cara membalas e-mail dan etiquette, sampai melayani pelanggan yang komplain atau marah juga diajarkan triknya.
Di minggu kedua kami diperkenalkan dengan Prehospital trauma manajemen. Intinya, kami diajari bagaimana penanganan dasar korban akibat trauma dengan setting di luar rumah sakit. Jadi kami diperkenalkan dengan alat dan teknik apa saja yang biasanya dipergunakan untuk menolong korban di lokasi kejadian. Materi yang diberikan mulai dari First aid (P3K), penanganan luka ringan, luka bakar, luka lanjut (tusuk, iris), penanganan patah tulang, pemakaian bidai dan segitiga, dan juga prosedur pengangatan korban.
Di minggu ketiga barulah masuk ke tahapan lebih lanjut, yaitu penanganan dasar untuk korban kegawatdaruratan jantung. Penanganan ini meliputi penganganan dasar terhadap korban sumbatan jalan nafas (choking), korban henti jantung, korban dengan denyut jantung tak normal, serta korban sindroma koroner akut. Minggu ketiga merupakan minggu yang berat bagi beberapa teman calon paramedik, karena mereka diajarkan bagaimana dalam seminggu mereka harus menguasai beberapa jenis obat-obatan yang sering digunakan dalam menangani kegawatdaruratan jantung. Mungkin ini menjadi berat, karena latar belakang pendidikan mereka adalah perawat dari D3 dan S1, yang notabene porsi pengetahuan tentang obat-obatan sangatlah minim dan lebih banyak diisi tentang pengetahuan asuhan keperawatan. Sistem pendidikan kesehatan di Indonesia saat ini belum mengenal adanya sekolah khusus untuk paramedik, jadi menurut mereka ini adalah sesuatu yang sangat baru.
Di minggu terakhir atau keempat, kami berkutat dengan materi seperti membuat laporan, mengirim e-mail, konsultasi dengan dokter koordinator, dan materi yang berkaitan dengan pengenalan malaria, cara mengatasinya, juga materi tentang pengenalan sepuluh penyakit yang paling sering dijumpai di lapangan. Akhirnya pelatihan masuk kerja inipun selesai. Masing-masing kami siap untuk diterjunkan ke lapangan baik sebagai paramedik maupun sebagai prehospital dokter. pelatihan yang melelahkan tapi sekaligus memberi wawasan baru yang komprehensif tentang industri pelayanan jasa medis.
Agung Nugroho, md adalah rotating physician International SOS, suatu perusahaan medical service di Indonesia. Telah bekerja selama 1,5 tahun dengan beberapa pengalaman di beberapa lokasi project di Indonesia seperti Tangguh LNG Project di Papua dan Explorasi lepas pantai serta eksplorasi batubara di Kalimantan. Dia dapat dihubungi di agung040nugroho@gmail.com
Minggu, Mei 25, 2008
Aneka Nama Satwa di Rig
Bagi anda yang sudah terbiasa dengan kehidupan dan kerja di rig, apa yang akan saya ceritakan ini mungkin hal yang biasa. Tapi buat anda yang belum pernah tahu, atau baru sekedar membayangkan saja apa sih yang ada di rig? mungkin apa yang akan saya ceritakan disini menarik.
Rig adalah suatu unit yang digunakan pada proses pengeboran minyak dan gas bumi. Berdasarkan lokasi pengeborannya, rig ada yang di darat dan di laut. Yang berlokasi di laut, ada yang di laut dalam, ada pula yang di laut dangkal.
Nah, kebetulan sekarang saya bekerja di rig yang beroperasi di laut dangkal. Tepatnya di Perairan teluk Bintuni di Papua Barat. Rig tempat saya bekerja tergolong Jack up rig. Artinya, rig ini punya kaki-kaki yang bisa ditancapkan didasar laut pada saat bekerja, dan akan diangkat pada waktu rignya akan pindah.
Tentang nama-nama satwa di rig, anda bisa temukan banyak. Nama-nama satwa ini digunakan untuk menyebut beberapa peralatan di rig. Berikut beberapa diantaranya.
Monkey Board
Digunakan untuk menyebut nama tempat yang digunakan sebagai tempat bekerja derrickman. Derrickman adalah crew yang bertugas 'melempar' pipa-pipa bor yang akan digunakan dalam pengeboran.
Dog House
Tempat yang satu ini berlokasi di rigfloor. Merupakan tempat seorang operator pengeboran yang disebut driller bekerja. Yang bikin heran, tempat ini tidaklah sesempit namanya. Bahkan di rig tempat saya bekerja, tempat ini seluas kamar tidur dan dilengkapi AC.
Catwalk
Kalu anda membayangkan akan menemukan kucing yang sedang berjalan- jalan disini, anda sudah pasti salah. Anda juga keliru jika menduga akan ada seorang peragawati atau peragawan berlenggak lenggok diatasnya. Yang ada anda hanya akan melihat pipa-pipa bor yang ditarik dari tempat penyimpanannya ke atas (rigfloor) untuk kemudian ditancapkan ke dasar bumi untuk mendapatkan minyak atau gas.
Rig adalah suatu unit yang digunakan pada proses pengeboran minyak dan gas bumi. Berdasarkan lokasi pengeborannya, rig ada yang di darat dan di laut. Yang berlokasi di laut, ada yang di laut dalam, ada pula yang di laut dangkal.
Nah, kebetulan sekarang saya bekerja di rig yang beroperasi di laut dangkal. Tepatnya di Perairan teluk Bintuni di Papua Barat. Rig tempat saya bekerja tergolong Jack up rig. Artinya, rig ini punya kaki-kaki yang bisa ditancapkan didasar laut pada saat bekerja, dan akan diangkat pada waktu rignya akan pindah.
Tentang nama-nama satwa di rig, anda bisa temukan banyak. Nama-nama satwa ini digunakan untuk menyebut beberapa peralatan di rig. Berikut beberapa diantaranya.
Monkey Board
Digunakan untuk menyebut nama tempat yang digunakan sebagai tempat bekerja derrickman. Derrickman adalah crew yang bertugas 'melempar' pipa-pipa bor yang akan digunakan dalam pengeboran.
Dog House
Tempat yang satu ini berlokasi di rigfloor. Merupakan tempat seorang operator pengeboran yang disebut driller bekerja. Yang bikin heran, tempat ini tidaklah sesempit namanya. Bahkan di rig tempat saya bekerja, tempat ini seluas kamar tidur dan dilengkapi AC.
Catwalk
Kalu anda membayangkan akan menemukan kucing yang sedang berjalan- jalan disini, anda sudah pasti salah. Anda juga keliru jika menduga akan ada seorang peragawati atau peragawan berlenggak lenggok diatasnya. Yang ada anda hanya akan melihat pipa-pipa bor yang ditarik dari tempat penyimpanannya ke atas (rigfloor) untuk kemudian ditancapkan ke dasar bumi untuk mendapatkan minyak atau gas.
Langganan:
Postingan (Atom)